Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

Wednesday, April 15, 2015

Ilmuwan Kaget, Nebula Mawar Merah Ada Di Al-Qur'an

Ilmuwan Kaget, Nebula Mawar Merah Ada Di Al-Qur'an

IBC - Tercatat dalam teori para antariksawan dan ilmuwan, apabila sebuah bintang telah habis masanya lalu kemudian meledak dan mati, maka sisa ledakan bintang itu akan berevolusi menjadi kumparan dan kumpulan gas yang akrab secara analisis disebut nebula.

Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA, belum lama ini mengambil gambar nebula 'Mawar merah' dengan menggunakan teleskop raksasa, Hubble. Dari pengambilan citra gambar tersebut, ada salah satu nebula paling menarik dan kompleks yang pernah dilihat, yakni nebula yang memiliki kode NGC 6543, atau mereka menjulukinya dengan 'Nebula Mata Kucing' (cat eye nebula) atau nebula Mawar Merah.

Nebula fantastis ini diperkirakan baru berusia 1.000 tahun. Ilmuwan pun takjub, karena dalam perkembangannya awan nebula ini mem[erlihatkan bentuk yang tak asing bagi penduduk bumi, yakni bentuk yang menyerupai bunga mawar merah.

Sebagai catatan sob, pada 14 abad yang lalu, sebelum para antariksawan dan ilmuwan NASA menemukan fenomena ini, ternyata fenomena ini telah ada dalam Al-Qur'an. Tepatnya di surah Ar-Rahman.

"Maka ketika langit (bintang/tata surya) terbelah (meledak) lalu menjadilah ia mawar merah yang berkilat seperti minyak" (Ar-Rahman: 37) (Lintas/IBC)

Tuesday, April 29, 2014

Sajadah Dijadikan Alat Oleh Iblis Untuk Manusia Yang Sholat

IBC - Ini adalah sebuah cerita, bagaimana cara iblis mengusik kekhusyukan kita dalam sholat. Benar atau tidaknya IBC juga tidak tahu. Tapi, yang saya tahu dari cerita ini adalah posisi Shaf yang jadi lebih renggang. Kita tahu bahwa dalam sholat berjamaah yang benar adalah kaki bertemu kaki orang yang disebelah. Serta sikut bertemu dengan sikut orang yang berada disebelah adalah yang di ajarkan oleh rasul. Lebih lengkapnya, Silahkan simak, dan semoga bermanfaat setelah membacanya dengan seksama.

Siang menjelang Dzuhur. Salah satu Iblis ada di Masjid. Kebetulan hari itu Jum'at, saat berkumpulnya orang. Iblis sudah ada dalam Masjid. Ia tampak begitu khusyuk. Orang mulai berdatangan. Iblis menjelma menjadi ratusan bentuk & masuk dari segala penjuru, lewat jendela, pintu, ventilasi, atau masuk lewat lubang pembuangan air.

Pada setiap orang, Iblis juga masuk lewat telinga, ke dalam syaraf mata, ke dalam urat nadi, lalu menggerakkan denyut jantung setiap para jamaah yang hadir. Iblis juga menempel di setiap sajadah. “ "Hai, Blis!", panggil Kiai, ketika baru masuk ke Masjid itu. Iblis merasa terusik: “ "Kau kerjakan saja tugasmu, Kiai. Tidak perlu kau larang-larang saya. Ini hak saya untuk menganggu setiap orang dalam Masjid ini!", jawab Iblis ketus.
“Ini rumah Tuhan, Blis! Tempat yang suci, Kalau kau mau ganggu, kau bisa diluar nanti! “ , Kiai mencoba mengusir.“
"Kiai, hari ini, adalah hari uji coba sistem baru. Saya sedang menerapkan cara baru, untuk menjerat kaummu."
“"Dengan apa?"“
"Dengan sajadah!"
"Apa yang bisa kau lakukan dengan sajadah, Blis?"
"Pertama, saya akan masuk ke setiap pemilik saham industri sajadah. Mereka akan saya jebak dengan mimpi untung besar. Sehingga, mereka akan tega memeras buruh untuk bekerja dengan upah di bawah UMR, demi keuntungan besar!"
"Ah, itu kan memang cara lama yang sering kau pakai. Tidak ada yang baru,Blis?"
"Bukan itu saja Kiai..."
"Lalu?"
"Saya juga akan masuk pada setiap desainer sajadah. Saya akan menumbuhkan gagasan, agar para desainer itu membuat sajadah yang lebar-lebar."
"Untuk apa?"
"Supaya, saya lebih berpeluang untuk menanamkan rasa egois di setiap kaum yang kau pimpin, Kiai! Selain itu, Saya akan lebih leluasa, masuk dalam barisan sholat. Dengan sajadah yang lebar maka barisan shaf akan renggang. Dan saya ada dalam kerenganggan itu. Di situ Saya bisa ikut membentangkan sajadah."

Dialog Iblis dan Kiai sesaat terputus. Dua orang datang, dan keduanya membentangkan sajadah. Keduanya berdampingan. Salah satunya, memiliki sajadah yang lebar. Sementara, satu lagi, sajadahnya lebih kecil.

Orang yang punya sajadah lebar seenaknya saja membentangkan sajadahnya, tanpa melihat kanan-kirinya. Sementara, orang yang punya sajadah lebih kecil, tidak enak hati jika harus mendesak jamaah lain yang sudah lebih dulu datang. Tanpa berpikir panjang, pemilik sajadah kecil membentangkan saja sajadahnya, sehingga sebagian sajadah yang lebar tertutupi sepertiganya.


ads

Keduanya masih melakukan sholat sunnah.

“"Nah, lihat itu Kiai!", Iblis memulai dialog lagi.
“"Yang mana?"
"Ada dua orang yang sedang sholat sunnah itu. Mereka punya sajadah yang berbeda ukuran. Lihat sekarang, aku akan masuk diantara mereka."

Iblis lenyap. Ia sudah masuk ke dalam barisan shaf.

Kiai hanya memperhatikan kedua orang yang sedang melakukan sholat sunah. Kiai akan melihat kebenaran rencana yang dikatakan Iblis sebelumnya. Pemilik sajadah lebar, rukuk. Kemudian sujud. Tetapi, sembari bangun dari sujud, ia membuka sajadahya yang tertumpuk, lalu meletakkan sajadahnya di atas sajadah yang kecil. Hingga sajadah yang kecil kembali berada di bawahnya. Ia kemudian berdiri. Sementara, pemilik sajadah yang lebih kecil, melakukan hal serupa. Ia juga membuka sajadahnya, karena sajadahnya ditumpuk oleh sajadah yang lebar. Itu berjalan sampai akhir sholat.

Bahkan, pada saat sholat wajib juga, kejadian-kejadian itu beberapa kali terihat di beberapa masjid. Orang lebih memilih menjadi di atas, ketimbang menerima di bawah. Di atas sajadah, orang sudah berebut kekuasaan atas lainnya. Siapa yang memiliki sajadah lebar, maka, ia akan meletakkan sajadahnya diatas sajadah yang kecil. Sajadah sudah dijadikan Iblis sebagai pembedaan kelas.

Pemilik sajadah lebar, diindentikan sebagai para pemilik kekayaan, yang setiap saat harus lebih di atas dari pada yang lain. Dan pemilik sajadah kecil, adalah kelas bawah yang setiap saat akan selalu menjadi sub-ordinat dari orang yang berkuasa.

Di atas sajadah, Iblis telah mengajari orang supaya selalu menguasai orang lain. “ Astaghfirullahal adziiiim “ , ujar sang Kiai pelan. (LAMPU ISLAM)

Tuesday, January 14, 2014

Adab/Tata Krama Saat Masuk Masjid

IBC - Bagi kaum muslim, masuk masjid adalah hal yang biasa. Namun adahal hal yang dianggap tidak penting padahal hal itu adalah tata krama atau adab dalam memasuki masjid. Berikut adalah cara atau tata krama untuk memasuki masjid.

  1. Saat hendak ke mesjid, hendaklah membersihkan tubuh dengan cara berwudhu dan berpakaian dengan pakaian yang bagus dan rapi. “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid…” (QS. Al-araf 31)
  2. Saat berangkat dari rumah mulailah melangkah dengan kaki kanan
  3. Ketika mau memasuki, melangkahlah dengan kaki kanan, lalu berdoa untuk minta ampunan dan dibukakanlah pintu rahmat Alloh
  4. Saat masuk mesjid, janganlah langsung duduk kecuali sholat 2 rokaat (Tahiyyatul masjid / Penghormatan)
  5. Selanjutnya duduk, dan lakukan 2 hal yakni berdikir atau membaca alquran. Kalau hendak sholat lakukanlah seolah-olah ‘berbicara’ dengan Alloh. Barang siapa yang duduk di mesjid, maka ia duduk dengan Alloh. Janganlah bicara kecuali yang baik-baik saja
  6. Berhati-hatilah untuk membicarakan urusan dunia (ekonomi praktis) saat berada di mesjid. Nabi Muhammad Shollallahu 'Alaihi Wasallam pernah bersabda, “Akan datang akhir zaman, dimana orang masuk mesjid tidak berdzikir dan membaca al-quran, kecuali berkumpul membicarakan masalah dunia”. Jadi berhati-hatilah, jangan sampai membicarakan urusan dunia di mesjid, karena Alloh tidak membutuhkannya.
  7. Bertanggungjawablah jika membawa anak-anak ke mesjid. Hindari mengotori kesucian mesjid dengan buang air kecil atau besar anak-anak. Awasi anak agar tidak membuat gaduh dan berisik saat melakukan sholat. Jangan membuat anak kesel lalu berdiri, dan berlari-lari sehingga mengganggu ke-khusyuan sholat kita dan orang lain.
Semoga dengan artikel ini, kita bisa mengoreksi diri kita agar lebih berhati-hati lagi, paling tidak saat hendak memasuki masjid kita ingat, Kaki kanan yang kita dahulukan. Masuk masjid ini adalah saat pertama kali menginjakkan kaki kita ke lantai masjid, kita sudah dianggap masuk masjid. (IBC)

Thursday, December 5, 2013

Siapa Yang Diutamakan Antara Istri Dan Ibu Menurut Islam

IBC - Jum'ah Mubarak, miris melihat keadaan yang menimpa orang-orang sekitar. Baik dari pihak laki-laki dan pihak perempuan. Di zaman modern seperti saat ini, banyak orang yang lupa akan apa yang menjadi kewajibannya dalam rumah tangga. Istri menguasai suami, Suami lupa akan Ibu yang mengandungnya. Suami lebih cinta Istri daripada orang tua. Istri menguasai harta suami dan lain sebagainya. Dengan keadaan seperti ini, bagaimana cara seorang suami menghadapi? Inilah Jawaban yang diberikan oleh Islam untuk kita semua.

Anak laki-laki harus taat kepada ibunya, bukan istrinya. Justru istrilah yang harus patuh pada suaminya. inilah kejadian sebenarnya, namun tidak untuk saat ini, banyak suami yang tidak ingat ibu dan lebih menurut kepada perintah istri "naudzubillah". Kondisi seperti ini bisa dibilang suami gagal membangun rumah tangga yang sesuai dengan islam. Pada suatu hadist menerangkan bahwa saat sahabat bertanya kepada Rasulullah Sollallahu Alaihi Wassallam: "”Siapakah yang berhak terhadap seorang wanita?” Rasulullah menjawab, “Suaminya” (apabila sudah menikah). Aisyah Ra bertanya lagi, ”Siapakah yang berhak terhadap seorang laki-laki?” Rasulullah menjawab, “Ibunya” (HR. Muslim)"

Seorang sahabat, Jabir Ra menceritakan:

Suatu hari datang seorang laki-laki kepada Rasulullah Sollallahu Alaihi Wassallam, ia berkata, “Ya Rasulallah, saya memiliki harta dan anak, dan bagaimana jika bapak saya menginginkan (meminta) harta saya itu?
Rasulullah menjawab, 

“Kamu dan harta kamu adalah milik ayahmu”. (HR. Ibnu Majah dan At- Thabrani).

Ini berarti apabila orang tua membutuhkan bantuan, maka kita tidak boleh menolak, apalagi sampai menyakiti perasaannya.

Jangan hanya karena kecantikan yang tiada tara dan atas nama cinta dari dalam lubuk hati yang terdalam Anda mengatakan bahwa tidak bisa hidup tanpa Istri Anda hingga melupakan Ibu Anda. dalam Alqur'an Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

“…dan hendaklah kamu bersyukur kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu” (QS. Luqman:14).

Kenapa harus bersyukur kepada orang tua? bukan kepada istri atau orang lain. Karena orang tualah yang membesarkan Anda dari kecil sampai punya Istri. Namun mengapa Anda terlena dengan wanita atau bahkan takut untuk mempertegas seorang Istri yang mengendalikan hidup Anda? 

Demikian tinggi kedudukan orang tua terhadap anaknya, sampai-sampai Allah baru meridhai kita kalau orang tua ridha kepada kita. Sebaliknya, Allah akan marah kepada kita apabila kita menyia-nyiakan orang tua. Karena itu, janganlah seorang anak laki-laki mengorbankan orang tua demi istri, meskipun istri tersebut sangat cantik! Sebab berbakti kepada orang tua termasuk kewajiban pokok yang perintahnya digandeng dengan perintah beribadah kepada Allah,

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik baiknya” (QS. Al-Isra’:23).

Istri Jaman Sekarang Kebanyakan Bermusuhan Dengan Ibu Mertuanya Jika kita mau jujur, kita akan setuju dengan pernyataan tersebut. Bagi istri, ketemu dengan ibu mertua sama dengan ketemu Mak Lampir.Jenis istri seperti inilah yang jumlahnya seribu. Artinya, sebagian besar istri berperangai seperti itu.

Seorang suami yang bijak seharusnya bisa menuntun istrinya agar sadar dan mengerti bahwa seorang laki-laki meskipun sudah menikah, tapi masih punya kewajiban mengurus ibunya. Istri yang baik tidak akan melarang suaminya berbuat baik kepada orang tuanya. Seyogyanya, seorang istri membantu suaminya dengan cara memberi dorongan dan peluang kepadanya untuk berbuat baik kepada orang tuanya. Tidak perlu takut, kalau suami memberi uang kepada ibunya, lantas rejekinya istri akan berkurang. Yakinlah, dengan rahmat-Nya, Allah akan melipat gandakannya.

Dengan seperti itu,seorang istri akan mendapat pahala kebaikan pula. Sebaliknya, jika istri menghalang-halangi suami berniat baik, maka ia akan mendapat dosa. Dan begitu pula dengan sang suami yang lebih memperhatikan Istrinya daripada Ibunya maka pertanggung jawaban akan semakin berat dengan dua hal "Tidak Bisa Menjadi Suami Yang Dapat Memimpin Keluarga Yang Sejatinya Ada Pada Diri Seorang Laki-laki, Kedua Meninggalkan tanggung jawab untuk mengurus Ibu yang melahirkan"

Semoga Anda para suami bisa menjadi panutan anak yang Allah amanahkan, dan menjadi "IMAM" dalam keluarga untuk menjadikan keluarga yang Sakinah, Mawaddah, Warahmah. Dan untuk para "ISTRI" jangan pernah merasa kasih sayang Suami Anda hilang karena Ibu, ingat lah pada diri Anda saat Anda menjadi Ibu dihari tua nanti, Anak Anda Lupa akan diri Anda akrena sikap Anda yang serakah untuk menguasai Suami. Kemudian penderitaan suami di alami oleh anak Anda, yang takut sama Istri, Saat sakit Anak Anda tidak mengurus Anda karena takut pada Istrinya, Apa yang akan Anda lakukan? mohon di renungkan kembali bagi para suami dan para Istri. (Berbagai sumber dan IBC)

Tuesday, November 26, 2013

Inilah Software Untuk Belajar Hadits Lengkap

IBC: Belajar hadits yang lengkap mungkin tidak cukup hanya dalam 1 - 2 buku melainkan bisa sampai puluhan buku. Namun di Era digital seperti saat ini, Anda tidak perlu bingung untuk belajar Hadits. Karena sekarang sudah Ada Software yang bisa Anda gunakan untuk beljar Hadits.

Anda hanya perlu membayar sebesar Rp289.000,- . Harga ini adalah harga yang sangat murah karena Anda bisa mengeluarkan lebih bila membeli buku. Software ini terdapat 9 Kitab hadits Sahih. 

Pada Software ini terdapat kurang lebih 62.000 hadits-hadits yang terdapat dalam 9 kitab hadits populer. Software ini bisa di instal di OS Windows, Linux maupun Mac. Jadi Anda bisa belajar hadits yang lengkap ini dengan mudah dan bisa dimana saja saat Anda membawa Laptop/Macbook

Bagi Anda yang ingin belajar Hadits silahkan KLIK LINK INI UNTUK MEMBELI SOFTWARE HADITS DAN TERJEMAHAN
* Ingat jangan beli yang bajakan karena kami tidak bertanggung jawab apabila terjadi kesalahan. Software Asli hanya ada di link di atas

Monday, November 11, 2013

Cara Sholat Saat Naik Pesawat

Cara Sholat Saat Naik Pesawat

Melakukan shalat di dalam pesawat yang sedang melakukan penerbangan adalah hal yang tidak bisa terhindarkan bagi jamaah haji. Hal ini termasuk menjadi perbincangan para fuqaha’ (Ahli Fiqih) tentang hukum melaksanakan shalat di dalam pesawat yang tengah terbang.

Shalat di dalam pesawat yang sedang berlabuh (tidak dalam keadaan terbang) tidak dipersoalkan lagi kebolehannya. Karena tidak ada suatu hal yang menuntut untuk melakukan shalat di luar ketentuan-ketentuan yang disyari’atkan. 

Selama dalam perjalanan menuju Makkah, tidak selamanya kewajiban shalat dapat dilaksanakan di luar kendaraan. Seperti halnya dalam pesawat, perjalanan tentu tidak mungkin dihentikan, sementara waktu shalat telah tiba.

Dalam hal ini jamaah haji harus melaksanakan shalat di dalam kendaraan yang sedang berjalan.  Antara angkutan laut, darat, dan udara tidak terdapat perbedaan yang prinsip bila dikaitkan dengan pelaksanaan shalat di dalamnya.

Karena keadaan yang dialami oleh seorang jamaah haji pada ketiga jenis kendaraan itu adalah sama, yaitu kesulitan melaksanakan shalat sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam syari’at Islam. 
Jumhur ulama sepakat bahwa shalat yang diwajibkan adalah shalat wajib dilaksanakan oleh setiap individu dalam segala keadaan, baik di waktu lapang maupun di waktu sempit, dan baik ketika di atas pesawat maupun tidak.

Ketidaksepakatan mereka terjadi ngenai cara pelaksanaannya.  Adapun cara pelaksanaan shalat di pesawat terbang, para ulama berselisih pendapat.

Menurut Imam Abu Hanifah, seseorang yang sedang dalam cara duduk, baik dalam keadaan uzur maupun tidak. Uzur dimaksud ialah seperti tidak dapat berdiri karena goncangan pesawat atau karena sakit dan sebagainya. 

Keadaan duduknya sama dengan duduk dalam tasyahud. Rukuk dan sujud dilakukan dengan isyarat yaitu dengan cara menundukkan kepala, tetapi penundukan kepala pada waktu sujud lebih rendah dari rukuk.
Abu Yusuf (113-182 H/731-198 M) dan Muhammad Ibnu Hasan al- Syaibani (748-804 M). Keduanya adalah murid dari Abu Hanifah yang berpendapat lain dengan gurunya, Menurut keduanya, seseorang yang sedang di atas pesawat tidak boleh melakukan shalat dalam keadaan duduk kecuali dalam keadaan uzur.
Alasan mereka ialah bahwa shalat yang diperintahkan itu pada dasarnya harus dilaksanakan dengan keadaan berdiri.

Hal ini seperti ditegaskan pada ayat, “Peliharalah segala shalatmu dan (peliharalah) shalat wustha. Berdirilah karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu.” (QS. Albaqarah [2]: 238) (ROL/IBC)

Friday, November 8, 2013

Hal Yang Harus Dilakukan Sebelum Berhubungan Badan Sesuai Ajaran Islam

Hal Yang Harus Dilakukan Sebelum Berhubungan Badan Sesuai Ajaran Islam

SURABAYA - IBC: Berhubungan suami istri adalah salah satu cara untuk membahagiakan masing-masing pasangan dengan tujuan agar dikaruniai anak. Namun dalam islam mengajarkan umatnya untuk tidak langsung berhubungan. Ada aturan-aturan yang harus dilakukan agar dalam berhubungan tidak ada Syetan yang turut serta selama berhubungan. Selain itu, aturan-aturan ini di buat agar apabila anda dikarunia Anak menjadi Anak yang taat beribadah dan tidak mudah terpengaruh godaan Syetan.

Berikut aturan-aturan yang di anjurkan oleh Islam sebelum melakukan hubungan suami istri.

1. Bersih Diri dan berwudhu
Mengkondisikan tubuh bersih (dengan mandi dan gosok gigi) adalah bagian dari adab jima’ sekaligus membuat suami atau istri lebih tertarik. Sebaliknya, tubuh yang tidak bersih cenderung mengganggu dan menurunkan daya tarik. 

Abu Rafi’ radhiyallahu ‘anhu berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu hari pernah menggilir istri-istri beliau, beliau mandi tiap kali selesai berhubungan bersama ini dan ini. Aku bertanya, “Ya Rasulullah, bukankah lebih baik engkau cukup sekali mandi saja?” Beliau menjawab, “Seperti ini lebih suci dan lebih baik serta lebih bersih.” (HR. Abu Daud dan Ahmad)

2. Memakai parfum/wewangian 
Wewangian adalah salah satu sunnah Nabi. Beliau bersabda: “Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah” (HR. Tirmidzi).

Bagi istri, memakai parfum/wewangian yang dianjurkan adalah saat-saat seperti ini, bukan pada waktu keluar rumah yang justru dilarang Rasulullah.

“Perempuan manapun yang menggunakan parfum kemudian melewati suatu kaum agar mereka mencium wanginya maka dia seorang pezina” (HR Ahmad)

Yang perlu diperhatikan di sini ialah, aroma atau jenis wewangian yang dipakai hendaknya yang disukai suami atau istri. Sebab, ada suami atau istri yang tidak menyukai aroma wewangian tertentu. Wewangian yang tepat membuat hasrat suami atau istri semakin meningkat.

3. Shalat dua raka’at
Adab ini terutama bagi pengantin baru. Sebagaimana atsar Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu 'anhu yang menasehati pengantin baru agar mengajak istrinya shalat dua raka’at terlebih dahulu ketika memulai malam pertama.

4. Berdandan dan berpakaian yang disukai suami atau istri
Adakalanya istri malu memakai pakaian minim yang disukai suaminya. Padahal dalam sebuah hadits disebutkan “Sebaik-baik istri kalian adalah yang pandai menjaga diri lagi pandai membangkitkan syahwat. Yakni keras menjaga kehormatan dirinya lagi pandai membangkitkan syahwat suaminya.” (HR. Ad Dailami).

Senada dengan hadits itu, Muhammad Al Baqir, cicit Husain bin Ali menjelaskan: “Sebaik-baik wanita diantara kalian adalah yang membuang perisai malu ketika menanggalkan pakaian di hadapan suaminya dan memasang perisai malu ketika ia berpakaian kembali.”

Hadits dan maqalah ini juga menjadi dalil bahwa di dalam jima’, suami istri boleh menanggalkan pakaian dan tidak haram melihat aurat masing-masing.

5. Jima’ di tempat tertutup
Islam mengatur kehidupan umat manusia agar kehormatan dan kemuliaannya terjaga. Demikian pula dengan jima’. Ia harus dilakukan di tempat tertutup, tidak diketahui oleh orang lain meskipun ia adalah anak atau keluarga sendiri. Karenanya saat anak berumur 10 tahun, Islam mensyariatkan untuk memisahkan kamar anak-anak. Kamar anak laki-laki terpisah dari kamar anak perempuan.

Bagaimana jika anak masih kecil dan tidurnya bersama orang tua? Pastikan ia tidak melihat aktifitas suami istri tersebut. Caranya bisa Anda berdua yang pindah kamar.

6. Berdoa sebelum jima’
Yakni membaca doa:

بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا
"Bismillahi Allahumma Jannibnas-Syaithona Wa Jannibis-Syathona Ma Rozaqtana"

“Dengan Nama Allah, Ya Allah! Jauhkan kami dari syetan, dan jauhkan syetan agar tidak mengganggu apa (anak) yang Engkau rezekikan kepada kami” (HR. Bukhari dan Muslim)

7. Melakukan mubasharah, ar rasuul, foreplay, atau pemanasan
Hendaknya suami tidak langsung ke inti, tetapi ada mubasharah/ar rasuul/ foreplay terlebih dulu. 

“Janganlah salah seorang di antara kalian menggauli istrinya seperti binatang. Hendaklah ia terlebih dahulu memberikan pendahuluan, yakni ciuman dan cumbu rayu,” (HR. Tirmidzi)

Ada tiga langkah foreplay yang bersumber dari hadits Nabi. Selengkapnya bisa dibaca di sini.

8. Membawa ke puncak, saling memberi hak
“Apabila salah seorang diantara kamu menjima’ istrinya, hendaklah ia menyempurnakan hajat istrinya. Jika ia mendahului istrinya, maka janganlah ia tergesa meninggalkannya.” (HR. Abu Ya’la)

9. Mencuci kemaluan dan berwudhu jika mau mengulangi
“Jika salah seorang di antara kalian mendatangi istrinya, lalu ia ingin mengulanginya, maka hendaklah ia berwudhu.” (HR. Muslim)

10. Mandi besar (janabat) setelah jima’
Mandi besar adalah wajib bagi umat Islam yang sudah selesai melakukan hubungan suami istri. Mandi ini bertujuan agar tubuh kita kembali bersih. Syarat untuk bisa sholat adalah suci, setelah melakukan hubungan suami istri tubuh kita berada dalam kondisi kotor. Jadi untuk membersihkan tubuh yaitu dengan Mandi Besar.

Demikian 10 Adab Jima’ yang disarikan dari berbagai sumber, khususnya Bahagianya Merayakan Cinta karya Salim A. Fillah dan Sutra Ungu karya Abu Umar Baasyir. (BERDAKWAH/IBC)

Tuesday, November 5, 2013

Puasa Yang Paling Utama Di Bulan Muharram

SURABAYA - IBC: Sebelumnya kami tim IBC News mengucapkan selamat tahun baru 1 Muharram 1435 H kepada seluruh pembaca blog sederhana ini. Pada kesempatan kali ini kami akan membahas sedikit tentang puasa pada Syahrullah atau dalam terjemahan Bulan Allah. Kenapa di sebut bulan Allah, karena ada banyak mukzizat yang Allah turunkan kepada Nabi pada bulan ini. 

Berikut beberapa peristiwa yang terjadi pada bulan Muharram tepatnya padad tanggal 10 Muharram.
1. Setelah beratus-ratus tahun lamanya Nabi Adam as meminta ampunan dan bertobat kepada Allah Subhanahu Wata'ala  maka pada hari yang bersejarah yaitu tanggal 10 Muharam Allah Subhanahu Wata'ala telah menerima taubat Nabi Adam as.
2. Nabi Musa as mendapat anugrah kitab Taurat ketika beliau berada di bukit Thursina (Sinai) dan Saat diselamatkannya beliau dari pasukan Fir'aun saat menyeberangi Laut Merah. 
3. Pada 10 Muharam ini juga, Allah Subhanahu Wata'ala mengangkat Nabi Isa as ke langit, di mana Allah telah menukarkan Nabi Isa as dengan Yahuza. Ini merupakan satu penghormatan kepada Nabi Isa as daripada kekejaman kaum Bani Israil. 
4. Kesembuhan Nabi Yakub dari kebutaan dan beliau dipertemukan kembali dengan putranya yakni Nabi Yusuf pada hari Asyura. 

Dan masih banyak kejadian-kejadian yang diluar nalar (Hanya Dengan Kekuasaan Allah Subhanahu Wata'ala)  terjadi pada bulan ini. 

Adapun ada beberapa tanggal yang di jadikan sebagai hari paling utama dalam puasa bulan Muharram. yaitu pada tanggal 9 - 10 Muharram. Namun akan menjadi puasa yang Istimewa apabila bisa berpuasa pada tanggal 1 - 10 Muharram. 

Nabi Muhammad Shollallahu 'Alaihi Wasallam menjadikan tanggal 9 - 10 Muharram karena untuk membedakan antara umat Islam dengan umat lain yang berpuasa pada tanggal 10 saja. 

Semoga bermanfaat, Kami memperkenankan pembaca untuk mengoreksi apabila ada yang salah. Karena kami juga manusia yang tidak luput dari kesalahan (IBC)